|
Pengembang proyek, pembeli potensial, silakan daftar, atau
login di sini.
Untuk mengambil formulir aplikasi (Bhs. Indonesia), silakan klik di sini.
|
Jenis-jenis proyek yang dapat menjadi proyek CDM
Upaya penurunan emisi gas rumah kaca yang bisa dilakukan melalui kegiatan CDM meliputi proyek energi terbarukan (misal: pembangkit listrik tenaga matahari, angin, gelombang, panas bumi, air dan biomassa), menurunkan tingkat konsumsi bahan bakar (efisiensi energi), mengganti bahan bakar fosil dengan bahan bakar lain yang lebih rendah tingkat emisi gas rumah kacanya (misal: mengganti minyak bumi dengan gas), kehutanan, dan jenis-jenis lain seperti pemanfaatan gas metan dari pengelolaan sampah.
Selain penurunan emisi, kegiatan yang bisa dilakukan dalam CDM ialah penyerapan emisi (carbon sink) yang bisa dilakukan di sektor kehutanan. Proyek CDM di sektor kehutanan terbatas pada kegiatan reforestasi dan aforestasi. Proyek pencegahan deforestsi diijinkan sebagai proyek MPB kehutanan skala kecil, misalnya bila dapat dibuktikan bahwa pemanfaatan tungku berbahan bakar kau yang efisien dapat mengurangi deforestasi.
Sektor-sektor yang dapat berpartisipasi dalam CDM
Energy
Pembakaran bahan bakar: industri energi; industri manufaktur dan konstruksi; transportasi; sektor lain.
Emisi fugitif dari bahan bakar: bahan bakar padat; bahan bakar minyak dan gas alam; lainnya.
Proses-proses industri
Produk mineral; industri kimia; produksi logam; produksi lainnya; produksi halokarbon dan sulfur heksaflorida; konsumsi halokarbon dan sulfur heksaflorida; konsumsi halokarbon dan sulfur heksaflorida; lainnya.
Pertanian
Fermentasi enterik; pengelolaan kotoran ternak; penanaman padi; lahan pertanian; pembakaran padang rumput sesuai peraturan yang ada; pembakaran limbah pertanian; lainnya.
Sampah
Pembuangan sampah padat di lahan; pengelolaan air buangan; insinerasi sampah; lainnya.
Tataguna lahan, alih fungsi lahan dan kehutanan
Aforestasi; reforestasi; pencegahan deforestasi untuk energi panas dalam proyek skala kecil.
Daftar Proyek CDM sedang dalam proses evaluasi oleh Komnas MPB
Jumlah Proyek: 2
Halaman: [ << ] 1 [ >> ]
| No. |
Judul Proyek/ Pengembang |
Keterangan |
Komentar |
| 1. |
Bionersis LFG Project Indonesia 2: Batam
Pengembang:
PT. Bionersis Indonesia
C/P: Mochamad Bhadaiwi
Belleza Office Tower, 7th Floor ; Jalan Letjen Soepeno No. 34
Arteri Permata Hijau
Status Proyek:
Baru
Tanggal Masuk:
13 February, 2010
|
The project activity is to build, operate and maintain a landfill gas collection and flaring system on the
Telaga Punggur landfill, in Batam, Indonesia. The landfill covers 47 hectares and started mechanised
operations in 1999. The area for storage operation is 12 hectares. The landfill will most probably be
closed when a new waste processing technology will be installed, currently planned for 2015.
Since its opening, the landfill has taken small amounts of waste from the neighbouring municipalities,
approximately 50 thousand tonnes per year. Since April 2009 a new operator manages the landfill,
leading to increased disposal rates of about 187 thousand tonnes in 2009.
The equipment that will be installed in the proposed project activity includes inter alia a gas collection
network, an extraction and flaring station including high temperature enclosed flares and monitoring and
control systems. Possible uses for LFG include electricity generation for use at the landfill site and/or
supply to the local grid and/or to local users. The energy plant, consisting of a pre-treatment system and
biogas generators would be installed once the operational feasibility of electricity generation has been
confirmed.
The baseline scenario is the same as the current situation: the landfill gas, with high content of methane,
is released to the atmosphere without any treatment or control. Methane is a strong greenhouse gas, thus
the current release of landfill gas contributes to global warming. It also creates a risk of fire and
explosion as well as bad odours. Moreover, landfill gas contains trace amounts of volatile organic
compounds, which are air pollutants. The capture and flaring of landfill gas through an active methane
collection and flaring system would greatly reduce all these risks and contribute to reduce GHG
emissions. It is estimated that the project will achieve emissions reductions of more than 307,000 tCO2e
over the period 2010-2017.
lengkapnya »
|
tidak ada
Penerimaan komentar sudah ditutup! |
| 2. |
Pembangunan Hutan
Pengembang:
PT GREEN CLIMATE
C/P: Rina Rahmawati, SP
Gedung Graha Mustika Ratu lantai 1, Jalan Jend Gatot SUbroto Kav 74-75, Pancoran Jakarta
Status Proyek:
Baru
Tanggal Masuk:
18 November, 2009
|
Pembangunan Hutan Homogen di daerah bekas tambang
lengkapnya »
|
tidak ada
Penerimaan komentar sudah ditutup! |
|
|